TERKINI

Wamenpar Ungkap Strategi Bikin Wisatawan Betah di Indonesia, 52 Persen Gen Z Traveling Cari Pengalaman

Wamenpar Ungkap Strategi Bikin Wisatawan Betah di Indonesia, 52 Persen Gen Z Traveling Cari Pengalaman
PARIWISATA
Dok. Redaksi PENA NUSA
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas perjalanan wisatawan sekaligus memperluas manfaat pariwisata yang dirasakan masyarakat di destinasi.

JAKARTA, PENANUSA.id – Kementerian Pariwisata memperkuat strategi pemasaran berbasis pengalaman untuk membuat wisatawan tidak sekadar datang ke Indonesia, tetapi juga betah, tinggal lebih lama, dan menjelajahi lebih banyak destinasi.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas perjalanan wisatawan sekaligus memperluas manfaat pariwisata yang dirasakan masyarakat di destinasi.

“Bagaimana agar pengalaman tinggal dari wisatawan kita di Indonesia semakin berkualitas dan juga manfaat yang bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia,” ujar Ni Luh.

BACA JUGA:Wamenpar: IPOS X Perkuat Daya Saing Global Industri Event RI

Menurutnya, kekayaan destinasi, budaya, serta keramahan masyarakat Indonesia perlu diterjemahkan menjadi pengalaman wisata yang autentik, personal, dan bermakna.

Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah wisatawan yang datang.

Kualitas pengalaman selama berada di Indonesia juga menjadi bagian penting agar wisatawan terdorong untuk tinggal lebih lama, mengunjungi lebih banyak tempat, serta menggunakan lebih banyak produk dan layanan lokal.

Ni Luh mencontohkan pendekatan berbasis pengalaman tersebut dapat diterapkan pada sektor MICE atau wisata yang berkaitan dengan pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran.

BACA JUGA:Wamenpar Tak Ingin Gegabah Batasi Wisman Akibat Virus Nipah: Pintu Masuk Diperketat!

Peserta konferensi atau pertemuan, misalnya, tidak hanya mengikuti agenda utama, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan dengan menikmati kuliner, mengunjungi atraksi wisata, hingga mengikuti aktivitas yang memperkenalkan budaya dan karakter daerah tempat acara berlangsung.

Arah tersebut menjadi salah satu fokus dalam program Go Beyond Ordinary yang dikembangkan Kementerian Pariwisata.

Melalui program tersebut, pemasaran pariwisata tidak hanya diarahkan pada promosi destinasi, tetapi juga pengalaman yang dapat ditemukan wisatawan ketika berkunjung ke Indonesia.

Pemerintah juga memperkuat lima wisata minat khusus melalui Program Pariwisata Berkualitas, yakni gastronomi, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism.

BACA JUGA:Libur Nataru Makin Dekat, Wamenpar Cek Kesiapan Destinasi Wisata Bogor

 

52 Persen Gen Z Traveling Cari Pengalaman

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan, tren wisata berbasis pengalaman semakin terlihat, terutama di kalangan wisatawan muda.

Dalam kajian yang dipaparkannya pada Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027, sekitar 52 persen wisatawan Gen Z melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman.

“Yang kita dorong adalah wisata yang non-konvensional, non-ordinary, supaya aktivitas pariwisata bisa tersebar lebih banyak,” ujar Ni Made.

Menurut Ni Made, potensi yang sudah dimiliki setiap daerah dapat dirangkai menjadi aktivitas wisata yang lebih menarik.

Seni dan budaya, misalnya, dapat dipadukan dengan wastra, wisata bahari, hingga walking tour. Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas dan tidak hanya berpusat pada destinasi wisata yang sudah populer.

Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat membuat aktivitas pariwisata tersebar lebih luas sehingga manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di destinasi tertentu.

BACA JUGA:Libur Nataru Makin Dekat, Wamenpar Cek Kesiapan Destinasi Wisata Bogor

 

MaiA Hubungkan Wisatawan dengan Pengalaman

 

Penguatan pemasaran berbasis pengalaman tersebut kemudian didukung pemanfaatan teknologi.

Kementerian Pariwisata memanfaatkan MaiA atau Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia yang tersedia di indonesia.travel sebagai AI Travel Assistant dan menjadi bagian dari konsep Tourism 5.0.

MaiA dirancang untuk mendampingi wisatawan dalam lima tahap perjalanan, mulai dari dreaming, planning, booking, experiencing, hingga sharing. Layanan tersebut juga mendukung 19 bahasa asing.

Informasi yang tersedia melalui MaiA tidak hanya mencakup destinasi, tetapi juga aktivitas, kuliner, akomodasi, acara, serta berbagai produk wisata.

BACA JUGA:Lewat IFW 2022, Wamenparekraf Dorong Perkuat Digitalitas di Industri Fesyen Nasional

Pelaku industri pariwisata juga dapat memasukkan pengalaman yang mereka tawarkan ke dalam platform tersebut. Dengan begitu, produk atau aktivitas wisata dapat ditemukan ketika wisatawan mencari jenis perjalanan tertentu.

“Ketika wisatawan mencari experiential tourism di Indonesia, MaiA akan memberikan rekomendasi,” ujar Ni Made.

Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, pencarian wisatawan terhadap satu destinasi diharapkan dapat berkembang menjadi pilihan pengalaman di daerah lain.

Wisatawan yang datang untuk keperluan MICE, misalnya, dapat menemukan aktivitas gastronomi, budaya, atau bahari di sekitar maupun di luar lokasi acara.

Strategi tersebut membuat pemasaran pariwisata tidak berhenti pada upaya mendatangkan wisatawan.

Pengalaman selama perjalanan juga menjadi bagian dari upaya untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak daerah, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di destinasi.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (4 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
AG
Agung SP Reporter Terverifikasi

Berfokus pada penyajian informasi mendalam, investigasi, dan jurnalisme berimbang bagi publik.

ARTIKEL SEBELUMNYA Identifikasi Kebutuhan Warga Rote Ndao, Kepala BNPPDT Tinjau Titik Nol Kilometer Selatan ARTIKEL BERIKUTNYA CBI Gandeng Olsera, 200.000 Merchant Berpeluang Akses Profil Kesiapan Pembiayaan
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik PARIWISATA
1 minggu yang lalu
3 minggu yang lalu
2 minggu yang lalu